Di Tengah Isu Dana Desa, Banyubiru Buktikan Kejujuran Berbuah Calon Juara Nasional”

Advertorial 15 Apr 2026 21:09 2 min read 89 views By Bang_Ali

Share berita ini

Di Tengah Isu Dana Desa, Banyubiru Buktikan Kejujuran Berbuah Calon Juara Nasional”
Banyubiru, Kab Semarang --//Almassakanusantara.com//-- Wajah sumringah terpancar dari raut Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, saat menyambut...

Banyubiru, Kab Semarang --//Almassakanusantara.com//-- Wajah sumringah terpancar dari raut Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, saat menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang, Dohar Nainggolan, di Kantor Desa Banyubiru. Kehadiran Kajari yang didampingi oleh Kasi Intel Irvan Surya Hartadi serta Kasubsi 2 Intelijen Adhi Priyotomo Abdillah bukan sekadar kunjungan biasa—melainkan membawa kabar yang memuaskan.

 

Kunjungan tersebut dalam rangka menyampaikan undangan resmi dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menghadiri agenda di Jakarta. Undangan itu terkait pengumuman hasil lomba nasional yang mencakup ketertiban pengelolaan keuangan desa, hadirnya data aplikasi real time monitoring pendanaan desa, hingga lomba film pendek “Jaga Desa”.

 

Di tengah sorotan masyarakat yang kerap memandang pengelolaan dana desa dengan penuh kualitas, Desa Banyubiru justru mencatatkan prestasi gemilang: masuk nominasi 3 terbaik bersama desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung Bali dan desa Tanjungsari, Kec.Sadanyana, Kab. Ciamis Jawa Barat, tingkat nasional. Seorang pejabat yang tidak hanya kecewa, tetapi juga menjadi halus bagi stigma negatif yang selama ini melekat.

 

Keberhasilan ini bukan hasil instan. Ia lahir dari proses panjang, kedisiplinan, serta komitmen yang kuat dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Di balik angka laporan keuangan, ada integritas yang terjaga. Di balik sistem digital yang teratur, ada kesungguhan untuk tidak menyimpang.

 

Sri Anggoro Siswaji menjadi potret bahwa jabatan kepala desa bukan sekedar administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan posisi hati. Ketika banyak yang dibatasi oleh celah kekuasaan, ia memilih berjalan lurus—dan hari ini, hasilnya berbicara lantang.

 

Kehadiran jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang juga menjadi simbol bahwa negara hadir tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga mengapresiasi. Sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah desa ini menjadi contoh konkret bahwa pelatihan dan pengawasan dapat berjalan beriringan dengan penghargaan.

 

Prestasi Banyubiru seharusnya menjadi inspirasi. Bahwa di tengah berbagai tantangan dan godaan dalam pengelolaan dana desa, masih ada ruang bagi kejujuran untuk tumbuh, bagi dedikasi untuk membuahkan hasil, dan bagi kepercayaan masyarakat untuk pemberitaan.

 

Pada akhirnya, kisah ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan. Ini harapan tentang—bahwa desa, sebagai ujung tombak pembangunan, bisa menjadi wajah terbaik dari tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.

Almassaka Nusantara
Chat with us on WhatsApp